A. PENGANTAR PKLH
Pendidikan dalam arti luas adalah segala pengalaman belajar diberbagai lingkungan yang berlangsung sepanjang hayat dan berpengaruh positif bagi perkembangan individu.
Lingkungan adalah kesatuan ruang dengan segala makhluk hidup, makhluk tak hidup, dan daya serta manusia dengan segala perilakunya, yang saling berhubungan secara timbal balik, jika ada perubahan salah satu komponen akan mempengaruhi komponen lainnya.
Yang dimaksud dengan kependudukan adalah sejumlah orang yang tinggal disuatu wilayah atau daerah dengan segala kebudayaan, tata kehidupan dan adanya peraturan pemerintahan yang mengaturnya.
Saat ini, atau sering disebut PKLH menjadi suatu mata kuliah yang dipelajari masyarakat, khususnya di Indonesia mulai dari tingkat sekolah dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. PKLH menjadi suatu bagian tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran terutama di lingkungan akademik. PKLH muncul sebagai reaksi kepedulian masyarakat terhadap dinamika interaksi penduduk dan lingkungan yang kian hari semakin berkembang dan memberikan dampak terhadap kelangsungan kehidupan yang ada. Selain itu, PKLH dipelajari karena kepedulian terhadap lingkungan hidup makin tinggi, sebagai bukti, yaitu:
· Tahun 1972 diadakan konferensi Lingkungan Hidup se-dunia di Stockholm, Swedia. Tanggal 5 juni 1972 merupakan hari pembukaan konferensi, maka tanggal 5 Juni disepakati sebagai hari Lingkungan Hidup Sedunia.
· 1992, Konferensi Pembangunan dan Lingkungan dilanjutkan dengan KTT Bumi di Brazil. Memutuskan:
Pembangunan Berkelanjutan yang Berwawasan Lingkungan (PBBL)
“Pembangunan Berkelanjutan yang Berwawasan Lingkungan adalah upaya sadar dan berencana menggunakan dan mengelola sumber daya secara bijaksana dalam pembangunan yang terencana dan berkesinambungan untuk meningkatkan mutu hidup.”
Maka PKLH di Indonesia muncul sebagai pendukung Pembangunan Berkelanjutan yang Berwawasan Lingkungan (PBBL), khususnya di Indonesia.
B. LATAR BELAKANG ADANYA PKLH
Yang menjadi latar belakang mengapa terdapat PKLH adalah adanya masalah kependudukan dan lingkungan hidup dimana dua hal tersebut dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Hal ini disebabkan mempunyai keterkaitan yang erat dan saling berhubungan.
Tujuan dari PKLH sendiri sebernarnya lebih mengacu terhadap pengertian dari PKLH yaitu suatu pendidikan untuk membentuk dan membina anak didik agar memiliki pengertian, kesadaran, sikap dan tingkah laku yang rasional dan bertanggungjawab tentang pengaruh pertumbuhan penduduk dan kondisi lingkungan hidup serta pengaruhnya terhadap aspek-aspek kehidupan individu, keluarga, masyarakat, bangsa, dan dunia.
Dan tujuan PKLH untuk mahasiswa di perguruan tinggi adalah, sebagai berikut :
1) Agar mahasiswa mengerti dan memahami sekaligus memiliki kesadaran mengenai faktor-faktor penyebab perkembangan penduduk yang cepat serta interaksi yang erat antara perkembangan penduduk dengan program pembangunan untuk menaikkan taraf hidup rakyat.
2) Agar mahasiswa memiliki kesadaran akan sebab akibat dari besar kecilnya keluarga terhadap situasi kehidupan dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.
3) Agar mahasiswa memiliki pengetahuan, sikap dan perilaku yang rasional dan bertanggung jawab dalam menghadapi masalah kependudukan dan lingkungan, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, kawasan lokal, nasional, maupun global.
Agar mahasiswa lebih kritis menanggapi masalah kependudukan yang terjadi.
4) Agar mahasiswa dapat langung ikut andil dalam penyelesaian masalah-masalah kependudukan.
5) Agar mahasiswa dapat sebagai pemikir dan pelopor pembaharuan yang rasional yang tidak terpisah dari masyarakat sekitar.
Buku Pendidikan Kependudukan Dan Lingkungan Hidup ( UPT MKU, UNY :2002 )
Selain itu, PKLH berfungsi sebagai sarana:
Maksud dari diagram di atas adalah PKLH sebagai sarana:
Ajang pendidikan ― mampu menjadi ajang pendidikan dalam upaya menuju kehidupan berkelanjutan di bumi.
Pengamal dan pengembang IPTEK ― mengembangkan IPTEK yang ramah lingkungan dan hemat sumber daya alam.
Pengamalan etika dan moralitas ― mampu menerima dan menjalankan etika dan moralitas insan pembangunan yang berkelanjutan.
C. MASALAH LINGKUNGAN HIDUP
D. MASALAH KEPENDUDUKAN
Masalah kependudukan yang terjadi saat ini, khususnya di Indonesia antara lain:
Jumlah penduduk yang besar
Pertumbuhan penduduk yang tinggi
Penyebaran penduduk tidak merata
Urbanisasi
Komposisi penduduk yang tidak menguntungkan
Kualitas SDM rendah
E. PEMBANGUNAN
Ilmu dan teknologi memberi peluang kepada manusia untuk merubah lingkungan. Perubahan yang terjadi bisa secara cepat atau lambat. Manusia menggunakan teknologi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Pemakaian ilmu dan teknologi dalam meningkatkan kualitas hidup manusia memberikan efek samping tersendiri. Adanya pabrik dan berbagai industri akan menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan.
Selain keuntungan, teknologi membawa dampak buruk seperti adanya pencemaran udara akibat kendaraan bermotor dan pabrik, pencemaran lingkungan, limbah pabrik yang tidak termanfaatkan. Penggunaan gas-gas beracun dan sebagainya ini menyebabkan lapisan ozon menipis akibatnya suhu meningkat, dan lain-lain.
Melestarikan lingkungan hidup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja, melainkan tanggung jawab setiap insan di bumi, dari balita sampai manula. Setiap orang harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar kita sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Sekecil apa pun usaha yang kita lakukan sangat besar manfaatnya bagi terwujudnya bumi yang layak huni bagi generasi anak cucu kita kelak.
F. ORIENTASI BARU PEMBANGUNAN
Saat ini, untuk mengurangi dan menanggulangi dampak kerusakan lingkungan, pemerintah berupaya untuk melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan adalah usaha meningkatkan kualitas manusia secara bertahap dengan memperhatikan faktor lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan dikenal dengan nama Pembangunan Berkelanjutan. Konsep pembangunan berkelanjutan merupakan kesepakatan hasil KTT Bumi di Rio de Jeniro tahun 1992. Di dalamnya terkandung 2 gagasan penting, yaitu:
1. Gagasan kebutuhan, khususnya kebutuhan pokok manusia untuk menopang hidup.
2. Gagasan keterbatasan, yaitu keterbatasan kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan baik masa sekarang maupun masa yang akan datang.
Adapun ciri-ciri Pembangunan Berwawasan Lingkungan adalah sebagai berikut:
a. Menjamin pemerataan dan keadilan.
b. Menghargai keanekaragaman hayati.
c. Menggunakan pendekatan integratif.
d. Menggunakan pandangan jangka panjang.
G. PERANAN PENDIDIKAN
Selain itu, sasaran PKLH antara lain:
sumber:
http://mondrilalangkahbaeknya.blogspot.com/2010/06/apa-sieh-pendidikan-kelingkungan-
http://afand.cybermq.com/post/detail/2405/linkungan-hidup-kerusakan-lingkungan-pengertian-kerusakan-lingkungan-dan-pelestarian
http://www.dokterkimia.com/2010/06/pendidikan-lingkungan-hidup-terhadap.html




